Peran Strategis Biodiesel dalam Transisi Energi

Biodiesel berperan strategis sebagai pendukung transisi energi.
Fitria Nurhayati
20 Juli 2022, 12:01

Biodiesel berperan sebagai sumber energi pendukung transisi energi. Sejak 2015 sampai 2020, bioenergi dalam bauran energi yang di dalamnya termasuk biodiesel terus meningkat. Berdasarkan data Kementerian ESDM, pada 2015 hanya 0,7 persen dan meningkat delapan kali lipat menjadi 5,7 persen pada 2020.

Biodiesel berperan signifikan dalam transisi energi. Antara lain mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil, mengurangi impor solar dan menghemat devisa, serta mengurangi emisi dan polusi kendaraan.

Biodiesel juga merupakan sumber energi berkelanjutan. Kajian Life Cycle Analysis pada rantai pasok biodiesel menunjukkan bahwa biodiesel dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama pada sektor hulu di perkebunan.

Lebih lanjut, bahan baku biodiesel perlu dikembangkan agar aspek keberlanjutan bisa terus terjaga. Setelah biodiesel generasi yang bahan bakunya 100 persen berasal dari crude palm oil (CPO), pemerintah juga perlu mengembangkan biodiesel generasi kedua, ketiga, sampai kemudian pemanfaatan green diesel atau D-100.

Bahan baku biodiesel generasi dua berupa selulosa, UCO, limbah pertanian dan kehutanan. Biodiesel generasi tiga berbahan baku alga. Sedangkan green diesel (D-100) yang merupakan kelanjutan biodiesel memanfaatkan campuran CPO dan bahan baku biodiesel generasi dua.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.