Laba Bersih Bumi Serpong Damai (BSD) Anjlok 31%, meski Pendapatan Naik

Pendapatan terbesar BSD dikontribusi oleh tanah dan bangunan Rp 2,48 triliun atau naik 1,67% dari periode sebelumnya sebesar Rp 2,44 triliun.
Image title
5 Agustus 2022, 17:23
BSD
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/rwa.
Warga penghuni berjalan menikmati botanic park di kawasan Nava Park BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (8/4/2021).

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) membukukan laba bersih Rp 509,03 miliar pada semester I 2022, atau menyusut 31,8% dari raihan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 746,96 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, raihan keuntungan perusahaan bersumber dari pendapatan bersih yang sebesar Rp 3,83 triliun atau tumbuh 17,86% dari omzet pada semester yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 3,25 triliun. 

Pendapatan terbesar emiten berkode saham BSDE ini dikontribusi oleh tanah dan bangunan Rp 2,48 triliun atau naik 1,67% dari periode sebelumnya sebesar Rp 2,44 triliun. Selain itu, tanah dan bangunan strata title sebesar Rp 408,37 miliar melonjak dibanding pendapatan tahun sebelumnya, yakni Rp 132,01 miliar. Jika ditotal, penjualan perseroan mencapai Rp 2,88 triliun atau meningkat 12,34% pada semester I, dibandingkan periode lalu Rp 2,57 triliun. 

Selain penjualan tanah dan bangunan, perseroan mengantongi pendapatan dari sewa atau rental Rp 457,79 miliar. Pendapatan sewa ini naik 25,31% dari periode sebelumnya Rp 365,32 miliar. Lalu, dari segmentasi pengelola gedung, perseroan meraup pendapatan Rp 169,92 miliar atau naik 17,02% dari tahun lalu Rp 145,20 miliar. 

Advertisement

Bersamaan dengan perolehan pendapatan, perseroan juga mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp 1,46 triliun atau naik 37,33% dari total sebelumnya Rp 1.06 triliun. 

Lalu, untuk aset perseroan mencatatkan sebesar Rp 63,69 triliun atau naik 3,61% dari tahun sebelumnya yakni Rp 61,46 triliun. Total aset tersebut dibagi menjadi dua, yakni aset lancar dan aset tidak lancar. Untuk aset lancar, perseroan mencatatkan sebesar Rp 30,38 triliun dibandingkan periode sebelumnya yakni Rp 28,39 triliun. Sedangkan aset tidak lancar, sebesar Rp 33,30 triliun atau naik dari sebelumnya yakni Rp 33,07 triliun.

Menurut laporan keuangan, liabilitas perseroan mencapai Rp 27,59 triliun atau naik 7,89% dari sebelumnya menjadi Rp 25,57 triliun. Sedangkan, untuk ekuitas, perseroan mencatat Rp 36,09 triliun atau naik 0,56% dari periode sebelumnya Rp 35,89 triliun.

Bumi Serpong Damai atau BSD didirikan 16 Januari 1984 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1989. 

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan BSD adalah berusaha dalam bidang pembangunan real estat. Saat ini kegiatan utama perseroan adalah menjalankan usaha dalam real estat yang dimiliki sendiri ataupun disewa, kawasan industri, konstruksi bangunan dan infrastruktur.

Selain itu, perseroan juga menjalankan usaha penyiapan lahan, instalasi dan pengelolaan air, listrik, transportasi, kebersihan dan keamanan. Bisnis juga mencakup lahan untuk perdagangan,  restoran dan penyediaan makanan keliling, perawatan dan pemeliharaan taman, operasional fasilitas, dan taman bertema atau taman hiburan.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait